Kamis, 10 November 2011

Syukur Ultah ke 45th


Syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat-berkat yang terus dicurahkan kepada kami sekeluarga. Engkau selalu menjaga, memelihara dan menopang kami selalu.
Engkau sangat baik bahkan samudera tidak cukup dipakai sebagai tinta dalam melukis dan menceritakan kebaikanMu bagi saya pribadi maupun isteri dan ketiga anak-anak saya.

Ya Tuhan... kepadaMu saja kami berharap karena kami percaya Engkau setiap saat selalu menyertai dan menolong kami, berilah kami umur panjang, kekuatan, kesehatan serta damai sejahtera, hikmat dan kebijaksanaan. Berkati isteri dan anak-anak kami Kristin, Brilyan dan Gracia, buatlah kami selalu berhasil dalam pekerjaan yang telah Tuhan percayakan kepada kami.

Segala puji hormat dan syukur hanya kami persembahkan kepadaMu.
Terpujilah Engkau kini dan selamanya.... Haleluya! Amin....







Making the family as a cultural force prosperous and harmonious

Rabu, 10 Agustus 2011

MENDOBRAK ALASAN


Judul:MENDOBRAK ALASAN

Alkisah seekor kancil menyapa siput sambil menertawakannya, "Hei
lamban, mau ke mana kamu? Kau ini apa bisa berguna, berjalan cepat
saja kau tak bisa!" Kata-kata itu melukai hati siput, sehingga ia
hanya diam. Karena olokannya tak dijawab, kancil terus mengulangnya.
Dan, semakin sering siput mendengarnya, semakin sakit hatinya.
Bahkan, ia menjadi yakin dirinya tak berguna!

Dianggap kecil dan tak berguna, bisa mengecilkan nyali. Itulah yang
dirasakan Gideon, saat Tuhan me-ngutusnya berperang menyelamatkan
Israel dari tangan orang Midian. Ia mengusung kemudaannya sebagai
alasan, seolah-olah Tuhan tidak melihatnya. Faktanya, kaum keluarga
Gideon memang yang paling kecil di antara suku Manasye. Ditambah
lagi, dirinya adalah orang paling muda di keluarganya. Bagi Gideon,
dua fakta ini menegaskan bahwa ia bukan siapa-siapa yang bisa
berbuat banyak untuk Israel yang besar. Ah, lupakah Gideon, siapa
yang memerintahkannya untuk maju?

Tuhan tentu tahu kemudaan Gideon. Ia tak mungkin lupa bahwa kaum
Gideon adalah yang terkecil. Ia juga hafal orang-orang yang lebih
pandai berperang dibanding Gideon. Tetapi Tuhan Tuhan memberi
kemenangan kepada Gideon dan orang-orangnya, yang jumlahnya tidak
sebanding dengan jumlah orang Midian.

Seperti Gideon, pernahkah kita berhadapan dengan "ketetapan Ilahi"
yang tampak tidak masuk akal? Mungkin di saat seperti itu kita ingin
mengajukan berbagai alasan kepada Tuhan. Kita memaparkan
ketidakmampuan dan kelelahan kita, bahkan merasa lebih kecil
dibanding orang lain. Ingatlah, Tuhan lebih tahu semuanya tentang
kita! Hanya, maukah kita menyerahkan diri di tangan-Nya? --HA

JIKA KITA MAU DIPAKAI OLEH-NYA
DIA DAPAT BEKERJA LUAR BIASA MELALUI KITA, DENGAN KUASA-NYA

Ayat Alkitab: Hakim-hakim 6:11-16

11 Kemudian datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon
tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang
Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur
agar tersembunyi bagi orang Midian.
12 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman
kepadanya, demikian: "TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang
gagah berani."
13 Jawab Gideon kepada-Nya: "Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami,
mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala
perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib yang diceritakan oleh nenek
moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah TUHAN
telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang TUHAN
membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang
Midian."
14 Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: "Pergilah
dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari
cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!"
15 Tetapi jawabnya kepada-Nya: "Ah Tuhanku, dengan apakah akan
kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling
kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda
di antara kaum keluargaku."
16 Berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Tetapi Akulah yang menyertai
engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu
sampai habis."


Making the family as a cultural force prosperous and harmonious

Rabu, 11 Mei 2011

Etos Kerja Masyarakat Jepang


Jepang–selain The Last Samurai (film hollywood yang mengambil tema budaya jepang), sashimi, dan komiknya yang beranekaragam–juga terkenal dengan etos kerjanya
Berikut beberapa etos kerja yang dimiliki oleh Masyarakat Jepang...

1. Kerja Keras

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.

2. Malu

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. Hidup Hemat

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

4. Loyalitas

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

5. Inovasi

Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.

6. Pantang Menyerah

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini

7. Budaya Baca

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

8. Kerjasama Kelompok

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. Mandiri

Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. Jaga Tradisi

Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.

Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.

Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.


Making the family as a cultural force prosperous and harmonious

Sabtu, 16 Oktober 2010

The Excellent Spirit

Belajar dari Naaman di 2 Raja-raja 5 bahwa sikap tidak hanya bisa membawa kita kepada kesuksesan, tetapi juga bisa menghancurkan masa depan kita. Hal lain yang perlu kita ketahui adalah mengenai kekuatan ilahi yang membuat kita disukai orang. Kita akan melihat contoh kehidupan seseorang yang berlimpah dengan kekuatan ilahi ini. Semenjak dia muda, orang-orang sudah menyukainya dan tertarik untuk bekerjasama dengannya. Orang yang disukai Tuhan ini, tidak lain adalah Daniel.

Daniel hidup di masa pemerintahan empat orang raja yang berbeda, yaitu raja Nebukadnezar, Raja Beltsazar (anak raja Nebukadnezar), raja Darius dan raja Koresy. Setiap kali seorang raja baru naik tahta, selalu Daniel yang dicari. Di mata para raja ini, Daniel melebihi pejabat tinggi dan para wakil raja.

Mengapa? Sebab Daniel memiliki roh yang luar biasa, rohnya menarik, sikapnya menarik dan selalu diingat orang. Daniel disukai bukan sekedar karena dia pekerja keras yang rajin, tetapi karena dia memiliki roh yang luar biasa.
Daniel 5:12
"...karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi, sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan, yakni pada Daniel yang dinamai Beltsazar oleh raja. Baiklah sekarang Daniel dipanggil dan ia akan memberitahukan maknanya!"
Daniel 6:4
Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.

Apakah roh yang luar biasa itu? Roh luar biasa adalah roh yang akan menghujani kita dengan kemurahan-kemurahan Tuhan. Anda akan dihargai, dibuat indah, selalu ditempatkan nomor satu, melakukan lebih dari rata-rata. Roh ini akan membuat Anda menuai 100 kali lipat dari taburan-taburan yang Anda berikan!

Tentu Anda ingin memiliki roh berkualitas seperti ini. Tetapi, bagaimana caranya? Marilah kita lihat gaya hidup Daniel setiap hari:

Daniel Hidup Sesuai Dengan Firman Tuhan

Awal dari segala berkat yang Daniel terima adalah sewaktu dia membuat keputusan untuk tidak hidup menurut standar dunia.
Daniel 1:8
Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.

Daniel Percaya Akan Kemurahan Tuhan

Hidup Daniel penuh dengan kemurahan Tuhan karena dia mengharapkannya. Kemurahan tidak akan datang apabila Anda tidak mempunyai iman akan kemurahan tersebut.
Daniel 1:9
Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu.

Daniel Hidup Berdasarkan Pengertian

Kemurahan Tuhan atas Daniel banyak turun dalam bentuk kebijakan dan kepandaian.
Daniel 1:17
Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.

Daniel Mempunyai Gaya Hidup Berdoa

Doa adalah rahasia untuk Anda bisa mempunyai roh yang luar biasa. Doa jugalah yang membuat Daniel taat sewaktu dia mau dibuang ke gua singa.
Daniel 2:16-18
Maka Daniel menghadap raja dan meminta kepadanya, supaya ia diberi waktu untuk memberitahukan makna itu kepada raja. Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya, dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel.

Daniel Punya Iman Untuk Mendapatkan Hanya Yang Terbaik Dari Tuhan
Daniel 6:29
Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresy, orang Persia itu.

Dalam bahasa Inggris dikatakan: "God prospered Daniel and he was made to be one of the government official." Daniel bisa tetap taat melakukan instruksi Tuhan baginya, karena dia percaya bahwa Tuhan hanya akan memberikan yang terbaik baginya.

Seperti Daniel, Anda pun bisa hidup dengan roh yang luar biasa. Kembangkan gaya hidup seperti Daniel. Tuhan rindu melihat Anda hidup disukai orang, terkenal, dihormati, menikmati janji-janji-Nya dan memiliki hidup ini sampai berkelimpahan. Amin

Making the family as a cultural force prosperous and harmonious

Kamis, 12 Agustus 2010

“Coba lihat ke sekitarmu... Apakah kamu melihat pakis & bambu ?”

Ada seorang pria yang putus asa & mau meninggalkan segalanya. Meninggalkan pekerjaan, hubungan & berhenti hidup.

Lalu ia pergi ke hutan untuk bicara yg terakhir kalinya dgn Tuhan,
“Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yg baik untuk jangan berhenti hidup & menyerah ?”

Jawaban Tuhan sangat mengejutkan,
“Coba lihat ke sekitarmu...
Apakah kamu melihat pakis & bambu ?”

“Ya” jawab pria itu.

“Ketika menanam benih pakis & benih bambu,
AKU merawat keduanya secara sangat baik.
AKU memberi keduanya cahaya,
memberikan air.
Pakis tumbuh cepat di bumi,
daunnya yg hijau segar menutupi permukaan tanah hutan. Sementara itu benih bambu tidak menghasilkan apapun,
tapi AKU tidak menyerah.

Pada tahun kedua,
pakis tumbuh makin subur dan banyak,
tapi belum ada juga yg muncul dari benih bambu.
Tapi Aku tidak menyerah.

Di tahun ketiga,
benih bambu belum juga memunculkan sesuatu,
tapi Aku tidak menyerah.

Di tahun keempat,
masih juga belum ada apapun dari benih bambu.
Aku tidak menyerah” kata TUHAN

“Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil.
Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna.

Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki.
Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun.
Akar ini membuat bambu kuat & memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup.

AKU tak akan memberi cobaan yg tak sangup diatasi ciptaan-Ku“ kata TUHAN kepada pria itu.

“Tahukah kamu, anak-Ku...
Di saat menghadapi semua kesulitan & perjuangan berat ini, kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?”

“AKU tidak meninggalkan bambu itu,
AKU juga tak akan meninggalkanmu”

“Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain,” kata Tuhan.

“Bambu mempunyai tujuan yang beda dgn pakis,
Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah”

“Waktumu akan datang...
Kamu akan menanjak & menjulang tinggi”
Making the family as a cultural force prosperous and harmonious