Jumat, Juni 12, 2009

GOOD – GOD = O

GOOD – GOD = O

Dalam hidup ini kita pasti pernah mengalami pasang surut kehidupan.
Ada masa di mana hari-hari kita belalu begitu indah, begitu menyenangkan.
Semua aktivitas dan pekerjaan yang kita lakukan berjalan dengan mulus tanpa suatu halangan.
Segala yang terjadi dalam hidup ini seakan mendapat bimbingan dan berkat dari Tuhan.

Namun ada juga saat-saat terburuk dalam hidup kita.
Di mana hidup terasa berat dan penuh beban.
Apa saja yang kita kerjakan hasilnya jauh dari harapan.
Segala yang kita lakukan selalu penuh rintangan dan halangan.
Tuhan sepertinya menjauh dari kehidupan kita.

Hal ini pernah dialami oleh seorang laki-laki bernama Grant Taylor,
seorang pelatih softball yang mengalami hari-hari terburuk dalam hidupnya.
Tim yang dipimpinnya kalah secara berturut-turut,
pemain-pemain andalannya frustasi dan sebagian pindah ke tim lawan.
Sang istri sudah empat tahun menanti cabang bayi tapi belum juga kesampaian.

Penderitaannya tambah lengkap ketika tiba-tiba mobilnya mogok di jalan.
Ketika sampai di rumah pemanas air tidak berfungsi, kompor untuk memasak rusak,
kamar mandi bocor, dan masih sederet kesusahan yang menimpa laki-laki malang itu.

Puncak kesedihannya terjadi sewaktu ia mendengar kepala sekolah
hendak memecatnya sebagai pelatih softball di sekolah itu
karena kekalahan yang bertubi-tubi yang dialami oleh tim asuhannya.

“Ini hari terburuk dalam hidupku,” kata Grant Taylor sambil melangkah pulang dengan langkah gontai.
“Aku sudah berusaha amat keras dan sudah melakukan yang terbaik yang bisa aku lakukan.
Tetapi mengapa tim aku tak bisa menang?” keluh Grant Taylor kepada istrinya yang merasa prihatin dengan keadaan yang menimpa suaminya.

“Kau bisa menang. Berhentilah menyesali diri,” kata istrinya menyakinkan.
“Akulah masalahnya. Seperti kata orang-orang yang lain. Akulah sumber masalahnya.”
“Aku tak bisa menyediakanmu rumah yang layak. Aku tak bisa membelikanmu mobil yang baru. Aku adalah seorang pelatih yang gagal dan akan kehilangan pekerjaan.”

“Apa yang harus aku lakukan? Mengapa hidup ini menjadi sulit sekali?” Tanya Grant Taylor kepada istrinya sambil menangis berdua di meja makan.

Di tengah kebingungan dan rasa putus asa yang mendalam
mereka mencoba mendekatkan diri kepada Tuhan.
Mereka berdua selalu memulai hari mereka dengan berdoa sebelum melakukan aktifitasnya.
Dan setiap malam keluarga ini tampak khusuk menaikan pujian dan rasa syukur kepada Tuhan.

Sejak saat itu, keajaiban demi keajaiban terjadi kepada keluarga Grant Taylor.
Tim nya berhasil menaklukkan lawan sehingga ia tidak jadi kehilangan pekerjaan
dan istrinya dilaporkan positif mengandung buah cintanya yang telah lama dinantikan.

“Ini adalah hari terindah dalam hidupku. Ya Tuhan aku terpesona oleh campur tanganMu,” puji Grant Taylor kepada Tuhan.

Apa yang dialami keluarga Grant Taylor, membuat kita lebih yakin,
bahwa segala sesuatu yang kita kerjakan bukan hanya untuk memuaskan ego kita
atau menyenangkan atasan dan keluaraga kita.
Tetapi semua itu untuk memuliakan kebesaran Tuhan yang telah berkarya lewat pikiran dan raga kita.

Seperti sebuah pesan singkat yang dikirim seorang sahabat kepada saya “Good – God = O.
Sesuatu yang baik tetapi tidak melibatkan Tuhan maka hasilnya adalah nol.
Jadi libatkanlah Tuhan dalam semua aktivitas dan pergumulannu. God Bless U”.

Ya, kita tidak boleh lupa melibatkan Tuhan.
Sebab sebaik dan sekeras apa pun kita berusaha,
tanpa bantuan Tuhan hasilnya adalah nol besar.
Tetapi bila kita selalu menyertai Dia, segalanya menjadi mudah
karena "With God All Things are Possible" Bersama Tuhan segalanya tidak ada yang mustahil.

golden wisdoms by Sulaiman Budiman

Making the family as a cultural force prosperous and harmonious

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar !