Selasa, Mei 11, 2010

How to Stay Young-n-HappyAlways




















1. Buang jauh dari pikiran kamu tentang hal-hal yang tidak terlalu penting.
(umur, berat badan, tinggi badan, dll)

Biarkan dokter yang mengkhawatirkan hal-hal tsb. Karna itulah alasan kita membayar mereka.


2. Bertemanlah dengan orang-orang yang membuatmu ceria. Karena orang yang terlalu banyak berkeluh kesah & sukar menikmati hidup, akan memberikan dampak negatif padamu.


3. Jangan pernah berhenti untuk belajar:
Pelajari lebih banyak tentang komputer, berkebun, kerajinan tangan, perdalam hobi ataupun hal-hal lainnya.
Jangan biarkan otak kamu istirahat terlalu lama.
Karna setan akan mengambil alihnya.
Dan setan itu dikenal dengan nama ALZHEIMER !!!

4. Nikmatilah hal-hal sekecil apapun.

5. Sering-seringlah tertawa, bahkan sekeras yang kamu mau. Tertawalah sampai kamu merasa seperti kehabisan nafas.

Dan jika kamu mempunyai teman yang bisa melakukan itu, banyak-banyaklah menghabiskan waktu dengan nya.


6. Jika kamu bersedih, menangislah. Airmata memang diperlukan dalam hidup ini. Namun, bangkitlah segera.
(saat kehilangan seseorang, ketika menghadapi masa sulit, ataupun masalah percintaan, dll )
Karna sesungguhnya satu-satunya orang yang akan selalu bersama kita, hanya diri kita sendiri. Yang lain, hanya titipan-Nya.
LIVE while you are alive..

7. Kelilingi dirimu dengan hal-hal yang kamu sayangi :
(mungkin keluarga, binatang peliharaanmu, musik, hobi, kekasih, dll )
Rumah mu adalah tempat dimana kamu berlindung.


8. Jagalah kesehatanmu :
Jika saat ini dalam keadaan baik, pertahankan itu.
Jika saat ini dalam keadaan tidak stabil, periksakanlah segera.

9. Jangan katakan sesuatu yang bisa membuat orang lain tersudutkan, merasa bersalah & tidak nyaman.


10. Sampaikan pada orang yang kamu sayangi bahwa kamu menyayangi mereka. Sampaikanlah pada setiap kesempatan yang kamu bisa.


Dan jika kamu tidak mengirimkan email ini minimal kepada 4 orang. who cares? tidak akan terjadi hal-hal yang buruk.
Tetapi, tidak ada salahnya jika kita saling berbagi dengan orang yang lainnya.


Making the family as a cultural force prosperous and harmonious

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar !