Pages

Kamis, Agustus 12, 2010

“Coba lihat ke sekitarmu... Apakah kamu melihat pakis & bambu ?”



Photo bareng Pak Panda Nababan

Ada seorang pria yang putus asa & mau meninggalkan segalanya. Meninggalkan pekerjaan, hubungan & berhenti hidup.

Lalu ia pergi ke hutan untuk bicara yg terakhir kalinya dgn Tuhan,
“Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yg baik untuk jangan berhenti hidup & menyerah ?”

Jawaban Tuhan sangat mengejutkan,
“Coba lihat ke sekitarmu...
Apakah kamu melihat pakis & bambu ?”

“Ya” jawab pria itu.
Photo bareng dengan pak Bambang Pacul

“Ketika menanam benih pakis & benih bambu,
AKU merawat keduanya secara sangat baik.
AKU memberi keduanya cahaya,
memberikan air.
Pakis tumbuh cepat di bumi,
daunnya yg hijau segar menutupi permukaan tanah hutan. Sementara itu benih bambu tidak menghasilkan apapun,
tapi AKU tidak menyerah.

Pada tahun kedua,
pakis tumbuh makin subur dan banyak,
tapi belum ada juga yg muncul dari benih bambu.
Tapi Aku tidak menyerah.

Di tahun ketiga,
benih bambu belum juga memunculkan sesuatu,
tapi Aku tidak menyerah.

Di tahun keempat,
masih juga belum ada apapun dari benih bambu.
Aku tidak menyerah” kata TUHAN

“Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil.
Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna.

Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki.
Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun.
Akar ini membuat bambu kuat & memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup.

AKU tak akan memberi cobaan yg tak sangup diatasi ciptaan-Ku“ kata TUHAN kepada pria itu.

“Tahukah kamu, anak-Ku...
Di saat menghadapi semua kesulitan & perjuangan berat ini, kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?”

“AKU tidak meninggalkan bambu itu,
AKU juga tak akan meninggalkanmu”

“Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain,” kata Tuhan.

“Bambu mempunyai tujuan yang beda dgn pakis,
Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah”

“Waktumu akan datang...
Kamu akan menanjak & menjulang tinggi”


Making the family as a cultural force prosperous and harmonious

Sabtu, Juli 17, 2010

Mahawu Wisata Religi Tomohon




Pemandangannya sangat indah. Saya sungguh menikmatinya saat kami sekeluarga berkunjung ke Objek Wisata Jalan Salib Suci Mahawu (JSSM), Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara, Jumat Tgl 9 Juli 2010.
Tak ketinggalan di hampir setiap kesempatan anak kami Kristin langsung mengabadikan momen-momen menarik dengan kamera digital yang tampak selalu menempel di tangan.

Sesuai rencana hari ini akan mengunjungi JSSM dan mampir ke restoran Danau Tondano sambil menikmati keindahan danau tondano yang begitu indah. Selesai makan ikan bakar yang begitu lezat,kemudian kami melanjutkan perjalanan kami menuju Object Wisata Sumaru Endo untuk mandi di air panas belerang sambil santai-santai.

Setelah bersenang-senang di Sumaru Endo, kami beranjak ke kawangkoan untuk makan bakpao yang sangat terkenal kelezatannya dan secangkir kopi susu hangat di KIOS GEMBIRA, sambil melepaskan kelelahan yang sudah dilalui sepanjang hari. Setibanya dirumah kami di Manado Permai kami sekeluarga merasa puas liburanx kali ini.

Making the family as a cultural force prosperous and harmonious

Making the family as a cultural force prosperous and harmonious

 



Making the family as a cultural force prosperous and harmonious
Posted by Picasa

Tutuplah Mulut Saat Bersin

Kompas.com - Batuk dan bersin merupakan penyakit menular, namun belum banyak orang yang peduli untuk mencegahnya. Sebuah survei yang dilakukan di tengah isu wabah swine flu menyajikan data satu dari empat orang belum menutup hidungnya saat batuk atau bersin.

Kebanyakan orang menggunakan tangan untuk menutup mulutnya, padahal para ahli kesehatan menyarankan penggunaan masker atau paling tidak menutup mulut dengan sapu tangan. Tangan bisa menjadi media penularan virus flu bila kita tidak segera mencuci tangan setelah bersin atau batuk.

"Bila kita menutup mulut dengan tangan saat batuk atau bersih, virus segera berpindah ke tangan. Kemudian kita menyentuh gagang pintu, perabot dan benda lain. Bila orang lain juga menyentuh benda-benda itu maka virusnya akan ikut terbawa," kata Nick Wilson, ahli kesehatan dari Otago University.

Wilson dan tim mahasiswa kedokteran secara tersembunyi mengamati kebiasaan orang di tempat umum saat batuk atau bersin. Mereka mengobservasi 384 orang di berbagai tempat umum seperti stasiun kereta, pusat perbelanjaan serta rumah sakit di kota Wellington, Selandia Baru.

Kebiasan tersebut sebenarnya bukan cuma ada di Selandia Baru. Bila diperhatikan, masih sedikit orang yang punya kebiasaan menutup tangan saat batuk di Indonesia.

"Seharusnya saat kita sakit flu kita wajib menggunakan masker. Ini seharusnya kita jadikan budaya, termasuk dibiasakan pada anak-anak untuk mencegah penularan penyakit," kata dr.Soedjatmiko, Sp.A (K), dalam sebuah kesempatan.
Making the family as a cultural force prosperous and harmonious

Selasa, Juli 06, 2010

KALSIUM Agar Tulang Awet di Hari Tua


Berbicara tentang kesehatan tulang kerap kali membahas kerapuhan tulang pada orang lanjut usia. Kesehatan tulang di masa anak dan remaja kadang terlupakan. Padahal, masa depan tulang kita sebetulnya justru ditentukan pada masa-masa tersebut.

Mengonsumsi salah satu unsur pembentuk tulang yang penting, yaitu kalsium, ibarat membuka deposito. Kita menyimpannya sejak masa kanak-kanak dan remaja sebagai jaminan di hari tua. Maka, sebelum menyesal, tabunglah kalsium sejak dini.

Kerapuhan tulang dan kesakitan yang ditimbulkan merupakan persoalan besar di negeri ini. Kementerian Kesehatan mencatat, prevalensi osteopenia (osteoporosis dini) di Indonesia sebesar 41,7 persen. Hal itu berarti dua dari lima penduduk Indonesia berisiko terkena osteoporosis.

Angka itu lebih besar dari prevalensi dunia, yakni satu dari tiga orang berisiko osteoporosis.

Osteoporosis merupakan penyakit sistematik rendahnya massa tulang dan kemerosotan bangunan mikro jaringan tulang, yang ditandai antara lain dengan kerapuhan, kerentanan, hingga keretakan.

Osteoporosis merupakan gangguan metabolisme tulang yang umum pada orang dewasa. Belakangan, terdapat banyak penelitian yang memandang akar persoalan osteoporosis terdapat pada masa anak-anak. Tulang bertumbuh dan mencapai puncaknya saat dewasa.

Masa kanak-kanak merupakan masa penting pembangunan tulang. Sebesar 45 persen pertumbuhan massa tulang terjadi pada usia 0-10 tahun. Pada masa itu, tulang tumbuh memanjang. Ketika remaja, sekitar 45 persen massa tulang dewasa terbentuk sampai dengan sebelum usia 18 tahun.

”Saat dewasa, pembangunan massa tulang berlanjut sampai usia 30-an tahun,” ujar dokter spesialis ortopedi dan traumatologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Lukman Shebubakar, dalam acara media workshop bertajuk ”Pentingnya Penuhi Asupan Kalsium pada Usia Sekolah untuk Optimalkan Pertumbuhan Anak” beberapa waktu lalu.

Untuk laki-laki, masa pembangunan tulangnya lebih lama. Sementara rentang waktu pertumbuhan tulang pada perempuan lebih cepat.

Sebaliknya, pada usia tua terjadi pelepasan tulang yang kecepatannya melampaui kecepatan produksi tulang. Cepatnya kehilangan tulang dipengaruhi jenis kelamin, gaya hidup, genetik, dan status hormon.

Pada perempuan yang melahirkan dan menopause, pelepasan tulang lebih banyak terjadi. Perempuan mulai kehilangan kalsium dari tulang mereka mulai sekitar usia 40 tahun dan laki-laki mulai umur 60 tahun.

Pembangun utama

Pencegahan utama terhadap osteoporosis adalah membangun kepadatan maksimum tulang selama masa kanak-kanak dan remaja. Pertumbuhan tulang dipengaruhi oleh jumlah kalsium, fosfor, dan vitamin, khususnya vitamin D yang terlibat dalam penyerapan kalsium. Faktor lainnya adalah keseimbangan hormon.

Kalsium merupakan mineral utama pembentuk tulang. Mineral itu juga mengatur kontraksi dan relaksasi otot, terlibat dalam transmisi saraf, membantu penggumpalan darah, serta mengatur hormon-hormon dalam tubuh dan faktor pertumbuhan. Jumlah kalsium sekitar 2 persen dari berat badan. Sebesar 99 persen tersimpan di tulang dan 1 persen di dalam cairan tubuh.

Ketika terjadi kekurangan kalsium, tubuh akan mengambilnya dari tulang. ”Setiap hari kita sudah pasti kehilangan kalsium sebanyak 170 mg yang hilang dalam proses sekresi melalui keringat dan urine. Kekurangan asupan kalsium di usia anak, remaja, dan dewasa baru akan dirasakan setelah memasuki usia tua,” ujar Lukman.

Kepala Seksi Standardisasi Bina Konsumsi Makanan Direktorat Bina Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan sekaligus pakar gizi, Iip Syaiful, mengatakan, angka kecukupan gizi yang ditetapkan Kementerian Kesehatan untuk anak usia 7-9 tahun adalah 600 mg kalsium per hari dan untuk anak usia 10-12 tahun meningkat menjadi 1.000 mg per hari. Kebutuhan itu meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan usia 4-6 tahun, yakni 500 mg kalsium per hari.

Persoalannya, dia mengatakan, salah satu masalah gizi pada anak usia sekolah adalah defisiensi zat-zat tertentu, termasuk kalsium.

Ketika memasuki usia enam tahun, anak mulai ingin menunjukkan kemampuannya menentukan pilihan atas makanan dan melihat banyaknya pilihan makanan di luar rumah. Anak mulai tidak mudah lagi diatur. Susu juga mulai jarang dikonsumsi.

Penyerapan kalsium juga menjadi permasalahan ketika terjadi defisiensi berbagai zat lain. Dia mencontohkan, kekurangan vitamin D dalam bentuk aktif dapat memengaruhi penyerapan kalsium. Asam oksalat dan asam fitat juga dapat menghambat penyerapan kalsium.

Konsumsi protein berlebihan juga menyebabkan kalsium mudah dikeluarkan melalui urine. Begitu juga stres mental dan fisik mengurangi penyerapan mineral itu. “Pada dasarnya, setiap jenis makanan mempunyai peranan

dalam menyeimbangkan masukan zat gizi sehari-hari. Konsumsi makanan sebaiknya beragam,” tutur Iip.

Guna meningkatkan kesehatan tulang, aktivitas tubuh anak juga harus diperhatikan. Sayangnya, pergerakan anak juga semakin terbatas, terutama di kota-kota besar. Anak lebih banyak beraktivitas di dalam rumah dan kurang aktif. Padahal, latihan berpengaruh terhadap pembangunan tulang.

Lukman mengatakan, beberapa latihan untuk memperkuat tulang yang paling sederhana ialah berjalan, joging, naik tangga, dan lompat tali. Olahraga permainan, seperti tenis, basket, sepak bola, dan bola voli, juga baik bagi tulang. Lama latihan sekitar 30 menit dengan frekuensi lebih dari tiga kali dalam satu minggu. Bagi anak-anak, latihan itu dapat disesuaikan dengan kebiasaan anak bermain. Selamat bermain sembari menabung kalsium....
OLEH : INDIRA PERMANASARI


Making the family as a cultural force prosperous and harmonious